Inovasi

Baterai Donut Lab Pertahankan Kapasitas 97 Persen dalam Pengujian Suhu Minus 30 Derajat

Perusahaan teknologi asal Finlandia, Donut Lab, mengumumkan hasil pengujian baterai terbarunya yang mampu mempertahankan sekitar 97 persen kapasitas muatan listrik pada suhu minus 30 derajat Celsius. Hasil tersebut dipublikasikan pada 21 Oktober 2026 berdasarkan pengukuran yang dilakukan lembaga penelitian independen VTT Technical Research Centre of Finland. Pengujian menggunakan modul yang terdiri atas 14 sel baterai tanpa bantuan pemanas maupun insulasi tambahan. Perkembangan ini menjadi perhatian industri TEKNOLOGI penyimpanan energi karena suhu ekstrem biasanya memengaruhi kemampuan baterai dalam menyuplai daya. Meski hasilnya menjanjikan, pengujian laboratorium tersebut belum membuktikan seluruh performa baterai dalam kendaraan produksi massal.

Teknologi Baterai Donut Lab Menunjukkan Kinerja Menarik di Cuaca Dingin

Perkembangan terbaru dari Donut Lab menarik perhatian dalam dunia teknologi kendaraan elektrik. Produsen teknologi penyimpanan energi tersebut mempublikasikan hasil pengujian suhu rendah yang diukur secara independen oleh VTT Technical Research Centre of Finland. Dalam laporan yang dipublikasikan, modul baterai tercatat memiliki sekitar 97 persen kapasitas muatan listrik pada suhu minus 30 derajat Celsius dibandingkan kondisi referensi temperatur ruangan. Hasil kapasitas ini menghadirkan temuan bernilai karena kinerja penyimpanan energi sering dipengaruhi cuaca dingin. Meskipun hasilnya menjanjikan, angka 97 persen merupakan hasil pengukuran muatan listrik, bukan jumlah energi keseluruhan dalam watt-jam.

Pengujian kali ini memiliki pendekatan berbeda dibandingkan percobaan pada satu sel baterai. Selama rangkaian pengujian, VTT menggunakan modul lengkap yang terdiri atas 14 sel generasi pertama Donut Battery. Unit penyimpanan energi tersebut dirancang dengan sistem tegangan 48 volt dan memiliki unit pengendali baterai dasar. Sebagai bagian penting dari metode pengujian, modul tidak dilengkapi elemen pemanas, insulasi khusus, maupun pendingin. Melalui konfigurasi ini, peneliti berupaya mengevaluasi kemampuan modul tanpa bantuan sistem manajemen termal eksternal.

Tahapan Eksperimen Modul Baterai tanpa Pemanas Tambahan

Untuk memperoleh perbandingan yang terukur, VTT melakukan pengukuran awal terhadap modul baterai pada suhu positif 25 derajat Celsius. Pada tahap tersebut, baterai dikosongkan melalui proses pelepasan daya menggunakan laju 1C. Laju pengosongan 1C menunjukkan arus yang secara nominal menghabiskan kapasitas baterai dalam satu jam. Hasil pengukuran awal menunjukkan 27,77 ampere-jam dan 1.354 watt-jam. Angka tersebut kemudian dipakai untuk menentukan persentase terhadap hasil pengosongan daya saat dingin. Berdasarkan pendekatan pembandingan tersebut, peneliti memiliki dasar untuk mengevaluasi selisih hasil.

Sesudah data referensi diperoleh, modul baterai dipindahkan ke chamber pengujian dingin yang mempertahankan lingkungan pada suhu minus 30 derajat. Menurut informasi pengujian, modul mengalami paparan suhu rendah selama total lima jam. Untuk memastikan kondisi temperatur, VTT menempatkan pengukur temperatur pada bagian dalam modul serta alat ukur temperatur pada permukaan eksternal. Penggunaan dua posisi sensor membantu memastikan kondisi pendinginan sebelum baterai kembali diuji. Melalui langkah tersebut, hasil pengukuran memiliki informasi temperatur pendukung.

Perbedaan Kapasitas Ampere-Jam dan Energi Watt-Jam

Salah satu informasi terpenting dalam data eksperimen suhu rendah adalah perbedaan antara kapasitas dan energi. Ketika diuji pada minus 30 derajat Celsius, modul mencatat keluaran muatan listrik sebesar sekitar 26,8 ampere-jam. Ketika nilai tersebut dihitung menggunakan kapasitas awal 27,77 ampere-jam, hasilnya menunjukkan retensi mendekati 97 persen. Sementara untuk pengukuran energi, keluaran modul turun menjadi sekitar 1.254 watt-jam. Nilai tersebut setara sekitar 93 persen dari kondisi awal. Selisih antara dua persentase itu perlu diperhatikan agar angka pengujian tidak disalahartikan.

Untuk memahami perbedaannya, ampere-jam mengukur jumlah muatan listrik, sedangkan watt-jam menyatakan keluaran energi yang tersedia. Keluaran energi listrik dipengaruhi kapasitas muatan dan tegangan. Pada temperatur sangat rendah, penurunan tegangan dapat terjadi. Sebagai konsekuensinya, baterai dapat mencatat muatan listrik yang relatif tinggi, tetapi jumlah energi yang diberikan lebih rendah. Dalam pengujian VTT, perbedaan itulah yang membuat hasil kapasitas serta energi tidak identik. Berdasarkan penjelasan tersebut, penilaian baterai tidak cukup hanya melihat persentase kapasitas.

Mengapa Suhu Dingin Menjadi Tantangan bagi Baterai Kendaraan Listrik

Temperatur ekstrem merupakan hambatan teknis dalam pengembangan kendaraan berbasis baterai. Untuk sejumlah jenis sel penyimpanan, penurunan temperatur dapat memperlambat reaksi kimia. Dampak suhu dingin tersebut dapat mengurangi kemampuan pelepasan daya. Selain itu, pengisian ulang baterai dapat menghadapi keterbatasan temperatur. Dalam sistem litium-ion konvensional tertentu, pengisian pada suhu rendah dapat meningkatkan risiko kerusakan sel. Berdasarkan karakteristik tersebut, produsen kendaraan listrik memanfaatkan teknologi pemanasan serta pendinginan agar proses pengisian dan penggunaan lebih aman.

Ketika kendaraan digunakan pada musim dingin, masalah temperatur menambah kebutuhan energi kendaraan. Sebagai contoh, energi baterai dapat terserap oleh sistem pemanas. Dengan kondisi tersebut, jarak perjalanan bisa menurun dibandingkan cuaca hangat. Kemajuan teknologi penyimpanan energi yang diuji menjadi menarik karena memperlihatkan kemampuan bekerja di lingkungan dingin. Namun demikian, pengujian modul belum langsung membuktikan peningkatan jarak tempuh kendaraan. Faktor seperti efisiensi motor tetap memengaruhi hasil nyata.

Potensi Baterai Donut Lab bagi Industri Kendaraan Listrik

Dalam pengumuman teknologi terdahulu memperkenalkan sejumlah klaim mengenai performa Donut Battery. Pengembang sistem baterai tersebut mengumumkan potensi pengisian ulang dalam hitungan menit, kapasitas penyimpanan energi per kilogram yang besar, serta ketahanan terhadap temperatur ekstrem. Dalam rangka pengujian kemampuan, Donut Lab meminta VTT melakukan serangkaian pengukuran independen. Rangkaian evaluasi itu meneliti pengisian cepat, perilaku pada sel rusak, tekanan fisik, kepadatan energi, dan suhu rendah. Setiap hasil menyediakan bukti untuk kemampuan yang diuji, tetapi tidak secara otomatis membuktikan seluruh klaim komersial.

Ketika teknologi baterai diperkenalkan, Donut Lab menyatakan potensi retensi kapasitas hingga 99 persen pada suhu minus 30 derajat Celsius. Pengukuran yang diumumkan Oktober 2026 menunjukkan angka sekitar 97 persen dalam kapasitas ampere-jam pada sistem dengan pengelolaan termal minimal. Berdasarkan interpretasi pihak pengembang, modul kendaraan yang ditempatkan di dalam casing tertutup mungkin menghasilkan retensi lebih tinggi. Namun demikian, pengujian modul tanpa insulasi belum memverifikasi seluruh performa kendaraan sebenarnya. Sebagai bagian dari evaluasi keseluruhan, keandalan setelah penggunaan berulang dan konsistensi produksi massal tetap menjadi faktor yang perlu diuji.

Peluang Teknologi Baterai Tahan Dingin bagi Kendaraan Listrik

Temuan pengukuran independen VTT menghadirkan informasi bernilai mengenai kemampuan teknologi baterai modern. Melalui eksperimen rangkaian baterai lengkap, baterai mempertahankan sekitar 97 persen kapasitas muatan listrik pada minus 30 derajat Celsius. Untuk keluaran energinya, retensi watt-jam menunjukkan hasil kurang lebih 93 persen akibat perubahan karakteristik tegangan selama pengujian. Perbedaan kedua angka tersebut perlu diperhatikan pembaca agar hasil penelitian tidak disalahartikan. Walaupun pengujian laboratorium menunjukkan hasil menjanjikan, kinerja dalam perjalanan sehari-hari masih harus diteliti secara menyeluruh. Bagaimana pendapat Anda, apakah pengembangan baterai solid-state dapat mengurangi kendala penggunaan EV saat musim dingin? Mari berbagi pandangan mengenai perkembangan ini tentang masa depan TEKNOLOGI baterai.

Related Articles

Back to top button